Sifat Mandi Janabah (Bagian 1)
Mengapa kita harus mandi janabah?
dikarenakan keluarnya air mani atau bersetubuh baik keluar mani atau tidak.
Nih, firman Allah SWT:
Qs. Al Maaidah ayat 6 (dan jika kamu junub, hendaklah kamu bersuci (bersuci maksudnya mandi))
Lalu, Apa yang dimaksud dengan mandi?
berdasarkan kamus Lisanul Arab jilid 2 hal. 988 (mandi ialah menyempurnakan mencuci jasad seluruhnya)
menurut Al hafizh Ibnu Hajar di Fathul Baari Syarah Bukhari jilid 1 hal. 359 (hakekat ghusl/mandi ialah mengalirkan air ke seluruh anggota tubuh)
Lalu, apakah cara mandi janabah sama dengan mandi kita biasa?
tidak, karena ada sifatnya
Jadi, bagaimana sifat mandi janabah itu?
berdasarkan hadits shahih yang dikeluarkan oleh Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Ibnu Majah (dari Aisyah istri Nabi SAW bahwasanya Nabi SAW apabila mandi janabah, beliau mulai mencuci kedua tangannya, kemudian ia menuangkan (air) dengan tangan kanannya ke tangan kirinya, lalu ia mencuci farjinya. kemudian beliau berwudhu' sebagaimana wudhu'nya untuk shalat. Lalu beliau memasukkan jari-jari(tangan)nya ke dalam air, lantas ia sela-selai pangkal-pangkal rambutnya dengan jari-jarinya itu, setelah ia merasa telah basah rambutnya, ia tuangkan air ke atas kepalanya tiga kali saukan dengan kedua tangannya, kemudian ia alirkan air ke seluruh tubuhnya)
selain hadits di atas ada juga hadits yang lainnya .... nanti dibagian ke-2
disadur dari Al Masaa-il ke-3 masalah 72 halaman 133